Ketika kesedihan Melanda

Ada
sebuah kisah, nyata dan menyakitkan, kisah ini adalah kisah seseorang
yang jauh dari keluarga, sanak saudara, handai dan taulan.
kita sebut saja namanya "Aman"
Pada
keheningan malam yang sunyi, dia masih tidur terlelap, tidak ada beban
pada dirinya kecuali hanya persiapan ujian untuk hari esok, namun di
persimpangan malam,entah kenapa kulihat dia terbangun, ternyata dia terbangun karana di bangunkan oleh sahabatnya,
kemudian sahabatnya berkata kepadanya dengan lidah yang sangat sulit di ungkapkan, lidahnya mulai terasa kaku ketika hendak menyampaikan apa yang hendak ia sampaikan, dengan sedikit memaksakan hati dia berkata..
"Akh ana ada perlu sama antm ni." lantas dia menjawab
" ada perlu apa.?" kemudian sahabatnya berkata..
"Antm jangan sedih dulu ya, barusan ana dapat sms dari kampung, mereka mengkabarkan klw ayah antm telah tiada.".
Setelah mendengar kabar itu, dia masih biasa saja mungkin karena mengantuk..
Karena telah terbangun, dia usahakan untuk shalat tahajjud...
Keesokan harinya, seusai mengimami shalat shubuh, dia baru merasa
kesedihan, perih, sakit, padih, dan semua kekusahan bercampur aduk di dlm
hatinya..
Dia menangis terisak-isak di pangkuan seorang teman yang sangat pengertian akan kesedihan yg di alaminya..
( Semoga engkau bisa tabah dalam menghadapi cobaan ini kawan, semoga
amal ibadah ayah antm di terima di sisi-Nya..). AMIN.. YA ROBB..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar