Kamis, 03 Oktober 2013

Mengapa Harus Cinta

Cinta.
Mengapa harus selalu cinta-cinta ajha yang di
bahas ya..
Jawabannya mudah saja, karena segala aspek
kehidupan kita dipenuhi dengan cinta.
Tak lengkap rasanya bila tanpa cinta.
Maka cinta bisa diibaratkan sebagai nasi yang
menjadi kebutuhan manusia.
Tanpa cinta hidup ini terasa hampa.
Tanpa cinta hidup ini terasa gersang
meskipun di skeliling kita banyak tumbuhan.
Karena cinta adalah anugrah bagi setiap
manusia.
Namun, hampir 99% menusia ini
menyalahkan artinya dan hakikat cinta yang
sebenarnya.
Kita lupa bahwa cinta itu berasal dari sang
pemilik cinta.
Kita lupa bahwa cinta itu harus dihadiahkan
kepada sang yang berhak menerima cinta.
Kita lupa bahwa kita dilahirkan ke dunia ini
karena cinta.
Maka, Allahlah yang berhak kita cintai, dan
menggantungkan cinta kita hanya kepada-
Nya.
Cinta itu memang indah bila dirasakan
dengan maksiat.
Tapi cinta itu pahit bila dibalas dengan azdab
neraka.
Maka, berikan cintamu hanya kepada Allah,
bercintalah kepada-Nya dengan zdikir dan
shalatmu.
Karena di akhirat kelak, taka ada yang
mencintaimu kecuali Allah.
Berkat cinta Allah itulah engkau mendapat
Rahmat, dan berkat Rahmat itulah engkau di
masukan ke dalam Syurga.

Salam Redaksi
: Ilham Sujefri

Rahasia Dibalik Kudeta Mesir

















Mesir adalah Negara yang yang paling sulit  untuk ditaklukkan oleh orang-orang barat, karena tentara-tentara Mesir atau orang-orang Mesir itu adalah tentara yang terkuat sebagai mana yang telah di sabdakan oleh Nabi Muhammad SAW, dan juga dalam sejarah bahwa Mesir tidak mempunyai sejarah buruk dalam peperangan, bahkan disaat- saat seperti yang kita saksikan sekitar dua bulan yang lalu sampai hari ini Mesir tidak menjanjikan untuk perang saudara antara ikhwan Al-muslimin dengan militer Mesir.

Maka, hal ini membuat orang-orang barat  garuk-garuk kepala memikirkan bagaimana caranya Mesir ini seperti Libya, Surya dan berbagai Negara arab. Apalagi dengan terpilihnya Dr. Muhammad Mursi sebagai presiden yang di calonkan oleh Ikhwan Al-muslimin, sebagai mana kita ketahui bahwa  Ikhwanul Muslimin mempunyai banyak  sejarah pembantaian di Mesir ini sendiri, dan juga Ikhwan Al-muslimin adalah sebuah kelompok yang di segani oleh AS dari zaman ke zaman.

Tentu saja, dengan terpilihnya Dr. Muhammad Mursi ini akan membuat mereka merasa kesulitan untuk menguasai Negara-negara Arab, karena Mursi sendiri mempunyai program akan membuat khalifah Islamiyah dengan bekerja sama dengan menteri Turky  Erdogan dan beberapa Negara arab lainnya. Namun, rencana ini sudah di ketahui oleh Israel dan AS sebelum ia terwujud. Maka, As dan Israel bekerja sama dengan beberapa Negara arab yang sampai saat ini masih tunduk patuh kepada Washington AS seperti Saudi, Emiret,Kuwait  dan UAE.

Hal ini telah diungkapkan oleh Ibrahim Daud yang mana ia sebelumnya sangat mendukung kudeta dan tak lama setelah pengkudetaan terhadap Mursi ia keluar dari kelompok Tamarrut, dan ia melihat di sana ada keganjalan yang terjadi dikudeta itu sendiri. Dalam orasinya setelah kudeta dan keluar dari pihak Militer di Rab’ah dihadapan demonstran ia mengatakan penyebab kudeta itu terjadi.

“ sebenarnya, As-Sisi mengetahui bahwa yang mendukung tidak mencapai 2 juta orang, ia juga sangat mengetahui bahwa yang mendukungnya itu adalah orang-orang Kristen koptik, Liberal dan militer, sebenarnya Sisi itu di dukung dana oleh Saudi, dan Emiret, dan dukung penuh dari militernya oleh Israel dan Amerika serikat.” Aljazeera

Ia juga menambahkan “ sebenarnya kudeta ini sengaja di buat oleh antek-antek Husni Mubarak, karena lebih setengah SPBU di Mesir  ini adalah milik antek-antek Husni Mubarak, dan mereka sengaja memacetkan kerja pegawainya supaya  menimbulkan kemarahan rakyat mesir kepada Mursi.” Aljazeera

Selain itu, ada salah satu akun twitter sekelompok Khilyah ( orang-orang Anti Mursi dan Ikhwanul Mulimin ) dari hasil twitnya mereka selalu mengadakan rapat rahasia antara mereka.

Rapat rahasia itu terus berlangsung dihadiri anggota Khilyah ( kelompok anti Mursi dan Ikhwanul Muslimin ), terutama pada seminggu sebelum berlangsungnya kudeta. Rapat sangat maraton, intensif, dan tiap hari. Targetnya mensupport kudeta di Mesir. Setelah kudeta, anggota Khilyah ini nampak was-was tidak kepalang. Rasa takut menyelimuti mereka, terutama melihat kemarahan rakyat Mesir.

Selain itu, Muhammad bin Zaid, pemimpin UAE selalu berkomunikasi via telpon hampir setiap hari dengan As-Sisi. Nampak histeris, Tujuannya memantau perkembangan kudeta dan pascakudeta. Ben Zaid telah menggelontorkan milyaran dollar kepada As-Sisi dan pelaku kudeta.

Ahmad Syafiq, menyampaikan kepada anggota Khilyah, bahwa kekuatan massa Ikhwanul Muslimin dan pendukung Mursi, akan mengancam masa depan pemerintahan kudeta. Bahkan akan menghancurkan kudeta, jika massa dibiarkan terus tegar dan solid seperti saat ini. Ketika itu  Ahmad Syafiq diberi tugas oleh Tim Khilyah, untuk mengirimkan uang-uang risywah ( sogokan ) ke seluruh hakim-jaksa-kepolisian di Mesir. Tujuannya untuk menggugurkan semua tuduhan atas dirinya, agar ia bisa kembali ke Mesir 3 bulan yang akan datang.

Di waktu yang sama, Muhammad Dahlan, Boss Intelejen di Mesir dan dikenal sebagai Bos Densus Anti Gerakan Islam merupakan penyebab ditutupnya gerbang Refah ( perbatasan antara Mesir dan Palestina ), dengan mendesak Muhammad bin Zaid ( menteri Saudi ) agar melobi As-Sisi menutup gerbang. Targetnya, menutup akses anggota Hamas memasuki Mesir. Ia juga ditunjuk untuk menjadi koordinator rekrutmen anggota-anggota bersenjata yang akan membunuh Komandan Teritorial Mesir, karena dicurigai ia akan menolak kudeta di Mesir dan membela Mursi.

Kejadian yang sama terjadi di balik layar kudeta, hal ini di sampaikan oleh Abdul bari ‘Athwan editor Al-Quds Al-‘Arabi London, menuliskan dalam halaman facebooknya kejadian-kejadian penting yang berlangsung di Departemen Pertahanan selama 72 jam sebelum kejadian pembantaian Garda Republik.
Kejadian kejadian tersebut adalah :

1-Jumat, pukul 21.00 malam, kantor Departeman Pertahanan.
Terjadinya pertemuan rahasia antara As-Sissi dengan para pemimpin angkatan bersenjata, tanpa kehadiran panglima kedua yang mengurus lapangan, karena kondisi yang sangat berat di kota-kota propinsi Qana. Mereka memutuskan untuk melakukan perundingan dengan Presiden Mursi. Menurut mereka Perundingan adalah satu-satunya jalan keluar dari krisis yang sedang terjadi. Maka saat itu, ditunjuklah  untuk melakukan perundingan adalah kepala staf angkatan bersenjata, Jenderal Shidqi Shubhi dan pemimpin angkatan udara, Jenderal Yunus Sayid Hamid Al-Mishri.

2-Pukul, 02.00 dini hari.
Jenderal Shidqi Shubhi dan Jenderal Yunus Sayid Hamid Al-Mishri berangkat ke mabes Garda Republik untuk menemui Presiden Mursi. Dalam pertemuan itu, mereka memberikan beberapa opsi kepada Dr. Muhammad Mursi. Pertama adalah presiden Mursi mengumumkan pengunduran dirinya secara resmi. Dan opsi inipun ditolak mentah-mentah oleh Mursi.
Kedua, Mursi kembali menjadi presiden, tapi dengan syarat mengangkat Baradai sebagai perdana menteri yang mempunyai otoritas luas dalam bidang politik dan ekonomi, tanpa bisa diintervensi oleh presiden. Selain itu, presiden juga tidak boleh mengurus masalah militer dan persenjataannya.
Menanggapi opsi ini, Presideng Mursi hanya tertawa dan berkata, “Maaf, kalian hanya membuang kesempatanku untuk melaksanakan shalat tahajjud.”
Mendapat jawaban itu, Jenderal Shubhi marah besar dan membentak presiden. Dia mengancam, “Demi Allah, kami akan membunuh kalian satu persatu. Akan terjadi banjir darah… Kematianmu dan kehancuran jamaahmu jauh lebih dekat dari yang kau bayangkan.”

3-Sabtu, pukul 07.00.
Pertemuan antara As-Sissi dengan seluruh pemimpin militer. Pertemuan untuk mendengar dan membahas laporan intelijen militer. Laporan menyebutkan kondisi yang sangat berat di markas-markas militer. Banyak sekali para militer yang melakukan protes. Saat itu panglima ketiga untuk lapangan, Letnan Jenderal Usamah Askar menngkritik keputusan As-Sissi yang sangat tergesa-gesa. Kritikan itu membuat As-Sissi marah besar sambil berteriak-teriak. Dia marah kepada semua yang hadir saat itu. Adu mulut di antara mereka tidak bisa dihindari. Tidak ada lagi perasaan canggung atau sungkan yang disebabkan pangkat dan kedudukan. Akhirnya pertemuan berakhir tanpa hasil apa-apa.

4-Sabtu, pukul 12.00
As-Sissi melakukan pertemuan dengan Jenderal Shidqi dan Jenderal Ahmad Abu Dahab, kepala bagian mental. Pertemuan itu untuk mendengarkan usulan dan ide intelijen militer, pengaturan kembali masalah media, demonstrasi tandingan pada hari Ahad, konsentrasi media pada menuduh Ikhwan Muslimin berkhianat, menghubungkan Ikhwanul Muslimin dengan aksi terorisme, membuka sejarah gelap Ikhwanul Muslimin.

5-Ahad, 24 – Senin pagi.
Jenderal Subhi menemui Presiden Mursi. Menyampaikan bahwa sudah ratusan anggota Ikhwanul Muslimin yang mati syahid di tangan polisi dan preman, sedangkan militer belum turun tangan.
Lalu dia mengancam, “Kalau kamu tetap keras kepala, kami akan menyembelih kalian semua. Keadaan juga akan tambah sulit. Kamu tidak punya pilihan selain kami rekam pengunduranmu, atau kamu kembali menjadi presiden dengan syarat-syarat yang pernah kusampaikan. Kalau kamu tidak memilih salah satu, maka bayarannya adalah darahmu dan darah para pendukungmu.”
Presiden Mursi menjawab, “Kalau aku terima tawaranmu hari ini, setelah banyak orang yang meninggal, dan setelah engkau menceritakannya kepadaku, maka artinya aku telah mengkhianati mereka. Aku telah mengkhianati pengorbanan jiwa mereka. Aku telah mengkhianati sumpahku kepada Allah dan seluruh rakyat. Kalau aku terima tawaran kalian, maka negeriku ini tidak lagi mempunyai masa depan di bawah kekuasaan kalian… Sebaiknya kalian bunuh aku saja. Itu lebih ringan bagiku.”

6-Senin, pukul 02.00 pagi
Pertemuan antara Jenderal As-Sissi, Jenderal Subhi, panglima Garda Republik, dan kepala bagian operasi militer Letnan Jenderal Muhsin Syadzili. Mereka bersepakat, harus melakukan peristiwa besar berdarah, dengan harapan semua pihak akan bersedia untuk melakukan perundingan. Dan hal itu benar-benar terjadi pada hari Senin subuh 11 agustus kita semua mendengar peristiwa berdarah tersebut adalah pembantaian demonstran yang sedang melaksanakan shalat di Nahdah dan rab’ah. Ribuan korban mati syahid, di antaranya anak-anak dan ibu-ibu.

Pertanyaannya adalah, apakah  AS, Israel, beserta antek-antek mereka ada di balik kudeta Mesir ini.?

Hal ini telah di jawab oleh menteri Turky Recep Tayyip Erdogan beserta tokoh-tokoh lainnya, berikut uraiannya…

 1. Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan hari Selasa, (20/8/2013), bahwa “Israel berada di balik kudeta militer Mesir, kita memiliki dokumen dan dapat mengkonfirmasi dokumen itu , Mereka (Israel) ingin diktator (militer)  harus berkuasa di Mesir”, tegasnya.
“Kudeta militer di Mesir adalah kudeta dalam arti sebenarnya, di mana begitu banyak           darah rakyat tertumpah, banyak perempuan, anak-anak, dan Muslim yang  tewas dengan sangat menyedihkan. Turki  adalah negara yang paling keras menentang kudeta, Beberapa wartawan ikut terbunuh di Mesir oleh orang-orang yang menjadi bagian dari diktator Mesir,Tidak ada yang bisa mengucapkan kata ‘diktator’ di mana kediktatoran ada. Di Mesir diktator menggantung mereka,Orang-orang Mesir tahu bahwa mereka benar dan tidak akan menyerah”, ucapnya.

2. Ketua rumah sakit Rabeah Al-adwiyah menungkapkan bahwa.
“ saat ini darah kaum muslimin itu sangatlh murah, dibandingkan dengan restu oleh Kiwait, Israel, Saudi dan Amerika.” ( sumber Aljazeera )
Hal ini sanat jelas dan konkrit, hal ini juga telah di perjelas oleh Ibrahim Daud salah satu pemimpin Tamarrut yang pada awalnya ia sangat bersemangat untuk menjathkan Mursi, akan tetapi setelah jatuhnya Mursi dia akhirnya kembali mendukung Mursi karena ia melihat di balik kudeta itu ada sesuatu yang tidak beser. ( liat ungkapannya di atas )
“ ia juga menambahkan bahwa Sisi sudah mendapatkan bantuan oleh Saudi sekitar 5 milyar poun Mesir guna menyemangati untuk melakukan kudeta terhdap Mursi.”

3. Poto yang kita lihat di saat kudeta, di sana tidak ada poto Mursi sama sekali. Hal ini telah diungkapkan oleh Aljazeera, bahwa di sana ada konsfirasi.
Dan poto itu menunjukan, bahwa Dr. Muhammad Mursi tidak hadir dalam acara kudeta dan Mursi tidak pernah menyetujui kudeta tersebut, sampai saat ini Mursi tidak mau menyerahkan jabatannya kepada Sisi, Mursi masih mengakui dirinyalah presiden yang sah dn terpilih. ( baca jawaban Mursi kepada anggota tamarrut di atas ).
Aljazeera menambahkan bahwa, poto yang bersebar di media-media ketika berlangsungnya acara kudeta tersebut adalah poto tahun 2011 saat penjatuhannya Husni Mubarak.

Hingga saat ini, para pemimpin Tamarrut itu sendiri merasa menyesal telah menjatuhkan Dr. Muhammad Mursi, karena setelah bebasnya Husni Mubarak mereka di kejar-kejar dan dipenjara. Hal ini mereka unkapkan lewat twitter-twitter mereka.

Banyak sekali bukti bahwa di balik kudeta ini ada konsfirasi dari pihak yang tidak menyukai Syari’at Islam diterapkan di Mesir. Namun, karena singkatnya waktu kami hanya bias membahas sampai di sini saja, selebihnya bias di lihat diberbagai media-media cetak maupun media-media online.

Penulis: Ilham Sujefri