Mesir adalah Negara yang yang paling sulit untuk ditaklukkan oleh
orang-orang barat, karena tentara-tentara Mesir atau orang-orang Mesir
itu adalah tentara yang terkuat sebagai mana yang telah di sabdakan oleh
Nabi Muhammad SAW, dan juga dalam sejarah bahwa Mesir tidak mempunyai
sejarah buruk dalam peperangan, bahkan disaat- saat seperti yang kita
saksikan sekitar dua bulan yang lalu sampai hari ini Mesir tidak
menjanjikan untuk perang saudara antara ikhwan Al-muslimin dengan
militer Mesir.
Maka, hal ini membuat orang-orang barat
garuk-garuk kepala memikirkan bagaimana caranya Mesir ini seperti
Libya, Surya dan berbagai Negara arab. Apalagi dengan terpilihnya Dr.
Muhammad Mursi sebagai presiden yang di calonkan oleh Ikhwan
Al-muslimin, sebagai mana kita ketahui bahwa Ikhwanul Muslimin
mempunyai banyak sejarah pembantaian di Mesir ini sendiri, dan juga
Ikhwan Al-muslimin adalah sebuah kelompok yang di segani oleh AS dari
zaman ke zaman.
Tentu saja, dengan terpilihnya Dr.
Muhammad Mursi ini akan membuat mereka merasa kesulitan untuk menguasai
Negara-negara Arab, karena Mursi sendiri mempunyai program akan membuat
khalifah Islamiyah dengan bekerja sama dengan menteri Turky Erdogan dan
beberapa Negara arab lainnya. Namun, rencana ini sudah di ketahui oleh
Israel dan AS sebelum ia terwujud. Maka, As dan Israel bekerja sama
dengan beberapa Negara arab yang sampai saat ini masih tunduk patuh
kepada Washington AS seperti Saudi, Emiret,Kuwait dan UAE.
Hal
ini telah diungkapkan oleh Ibrahim Daud yang mana ia sebelumnya sangat
mendukung kudeta dan tak lama setelah pengkudetaan terhadap Mursi ia
keluar dari kelompok Tamarrut, dan ia melihat di sana ada keganjalan
yang terjadi dikudeta itu sendiri. Dalam orasinya setelah kudeta dan
keluar dari pihak Militer di Rab’ah dihadapan demonstran ia mengatakan
penyebab kudeta itu terjadi.
“ sebenarnya, As-Sisi
mengetahui bahwa yang mendukung tidak mencapai 2 juta orang, ia juga
sangat mengetahui bahwa yang mendukungnya itu adalah orang-orang Kristen
koptik, Liberal dan militer, sebenarnya Sisi itu di dukung dana oleh
Saudi, dan Emiret, dan dukung penuh dari militernya oleh Israel dan
Amerika serikat.” Aljazeera
Ia juga menambahkan “
sebenarnya kudeta ini sengaja di buat oleh antek-antek Husni Mubarak,
karena lebih setengah SPBU di Mesir ini adalah milik antek-antek Husni
Mubarak, dan mereka sengaja memacetkan kerja pegawainya supaya
menimbulkan kemarahan rakyat mesir kepada Mursi.” Aljazeera
Selain
itu, ada salah satu akun twitter sekelompok Khilyah ( orang-orang Anti
Mursi dan Ikhwanul Mulimin ) dari hasil twitnya mereka selalu mengadakan
rapat rahasia antara mereka.
Rapat rahasia itu terus
berlangsung dihadiri anggota Khilyah ( kelompok anti Mursi dan Ikhwanul
Muslimin ), terutama pada seminggu sebelum berlangsungnya kudeta. Rapat
sangat maraton, intensif, dan tiap hari. Targetnya mensupport kudeta di
Mesir. Setelah kudeta, anggota Khilyah ini nampak was-was tidak
kepalang. Rasa takut menyelimuti mereka, terutama melihat kemarahan
rakyat Mesir.
Selain itu, Muhammad bin Zaid, pemimpin UAE
selalu berkomunikasi via telpon hampir setiap hari dengan As-Sisi.
Nampak histeris, Tujuannya memantau perkembangan kudeta dan pascakudeta.
Ben Zaid telah menggelontorkan milyaran dollar kepada As-Sisi dan
pelaku kudeta.
Ahmad Syafiq, menyampaikan kepada anggota
Khilyah, bahwa kekuatan massa Ikhwanul Muslimin dan pendukung Mursi,
akan mengancam masa depan pemerintahan kudeta. Bahkan akan menghancurkan
kudeta, jika massa dibiarkan terus tegar dan solid seperti saat
ini. Ketika itu Ahmad Syafiq diberi tugas oleh Tim Khilyah, untuk
mengirimkan uang-uang risywah ( sogokan ) ke seluruh
hakim-jaksa-kepolisian di Mesir. Tujuannya untuk menggugurkan semua
tuduhan atas dirinya, agar ia bisa kembali ke Mesir 3 bulan yang akan
datang.
Di waktu yang sama, Muhammad Dahlan, Boss
Intelejen di Mesir dan dikenal sebagai Bos Densus Anti Gerakan Islam
merupakan penyebab ditutupnya gerbang Refah ( perbatasan antara Mesir
dan Palestina ), dengan mendesak Muhammad bin Zaid ( menteri Saudi )
agar melobi As-Sisi menutup gerbang. Targetnya, menutup akses anggota
Hamas memasuki Mesir. Ia juga ditunjuk untuk menjadi koordinator
rekrutmen anggota-anggota bersenjata yang akan membunuh Komandan
Teritorial Mesir, karena dicurigai ia akan menolak kudeta di Mesir dan
membela Mursi.
Kejadian yang sama terjadi di balik layar
kudeta, hal ini di sampaikan oleh Abdul bari ‘Athwan editor Al-Quds
Al-‘Arabi London, menuliskan dalam halaman facebooknya kejadian-kejadian
penting yang berlangsung di Departemen Pertahanan selama 72 jam sebelum
kejadian pembantaian Garda Republik.
Kejadian kejadian tersebut adalah :
1-Jumat, pukul 21.00 malam, kantor Departeman Pertahanan.
Terjadinya
pertemuan rahasia antara As-Sissi dengan para pemimpin angkatan
bersenjata, tanpa kehadiran panglima kedua yang mengurus lapangan,
karena kondisi yang sangat berat di kota-kota propinsi Qana. Mereka
memutuskan untuk melakukan perundingan dengan Presiden Mursi. Menurut
mereka Perundingan adalah satu-satunya jalan keluar dari krisis yang
sedang terjadi. Maka saat itu, ditunjuklah untuk melakukan perundingan
adalah kepala staf angkatan bersenjata, Jenderal Shidqi Shubhi dan
pemimpin angkatan udara, Jenderal Yunus Sayid Hamid Al-Mishri.
2-Pukul, 02.00 dini hari.
Jenderal
Shidqi Shubhi dan Jenderal Yunus Sayid Hamid Al-Mishri berangkat ke
mabes Garda Republik untuk menemui Presiden Mursi. Dalam pertemuan itu,
mereka memberikan beberapa opsi kepada Dr. Muhammad Mursi. Pertama
adalah presiden Mursi mengumumkan pengunduran dirinya secara resmi. Dan
opsi inipun ditolak mentah-mentah oleh Mursi.
Kedua, Mursi kembali
menjadi presiden, tapi dengan syarat mengangkat Baradai sebagai perdana
menteri yang mempunyai otoritas luas dalam bidang politik dan ekonomi,
tanpa bisa diintervensi oleh presiden. Selain itu, presiden juga tidak
boleh mengurus masalah militer dan persenjataannya.
Menanggapi opsi ini, Presideng Mursi hanya tertawa dan berkata,
“Maaf, kalian hanya membuang kesempatanku untuk melaksanakan shalat tahajjud.
”
Mendapat jawaban itu, Jenderal Shubhi marah besar dan membentak presiden. Dia mengancam,
“Demi
Allah, kami akan membunuh kalian satu persatu. Akan terjadi banjir
darah… Kematianmu dan kehancuran jamaahmu jauh lebih dekat dari yang kau
bayangkan
.”
3-Sabtu, pukul 07.00.
Pertemuan
antara As-Sissi dengan seluruh pemimpin militer. Pertemuan untuk
mendengar dan membahas laporan intelijen militer. Laporan menyebutkan
kondisi yang sangat berat di markas-markas militer. Banyak sekali para
militer yang melakukan protes. Saat itu panglima ketiga untuk lapangan,
Letnan Jenderal Usamah Askar menngkritik keputusan As-Sissi yang sangat
tergesa-gesa. Kritikan itu membuat As-Sissi marah besar sambil
berteriak-teriak. Dia marah kepada semua yang hadir saat itu. Adu mulut
di antara mereka tidak bisa dihindari. Tidak ada lagi perasaan canggung
atau sungkan yang disebabkan pangkat dan kedudukan. Akhirnya pertemuan
berakhir tanpa hasil apa-apa.
4-Sabtu, pukul 12.00
As-Sissi
melakukan pertemuan dengan Jenderal Shidqi dan Jenderal Ahmad Abu
Dahab, kepala bagian mental. Pertemuan itu untuk mendengarkan usulan dan
ide intelijen militer, pengaturan kembali masalah media, demonstrasi
tandingan pada hari Ahad, konsentrasi media pada menuduh Ikhwan Muslimin
berkhianat, menghubungkan Ikhwanul Muslimin dengan aksi terorisme,
membuka sejarah gelap Ikhwanul Muslimin.
5-Ahad, 24 – Senin pagi.
Jenderal
Subhi menemui Presiden Mursi. Menyampaikan bahwa sudah ratusan anggota
Ikhwanul Muslimin yang mati syahid di tangan polisi dan preman,
sedangkan militer belum turun tangan.
Lalu dia mengancam, “Kalau
kamu tetap keras kepala, kami akan menyembelih kalian semua. Keadaan
juga akan tambah sulit. Kamu tidak punya pilihan selain kami rekam
pengunduranmu, atau kamu kembali menjadi presiden dengan syarat-syarat
yang pernah kusampaikan. Kalau kamu tidak memilih salah satu, maka
bayarannya adalah darahmu dan darah para pendukungmu.”
Presiden
Mursi menjawab, “Kalau aku terima tawaranmu hari ini, setelah banyak
orang yang meninggal, dan setelah engkau menceritakannya kepadaku, maka
artinya aku telah mengkhianati mereka. Aku telah mengkhianati
pengorbanan jiwa mereka. Aku telah mengkhianati sumpahku kepada Allah
dan seluruh rakyat. Kalau aku terima tawaran kalian, maka negeriku ini
tidak lagi mempunyai masa depan di bawah kekuasaan kalian… Sebaiknya
kalian bunuh aku saja. Itu lebih ringan bagiku.”
6-Senin, pukul 02.00 pagi
Pertemuan
antara Jenderal As-Sissi, Jenderal Subhi, panglima Garda Republik, dan
kepala bagian operasi militer Letnan Jenderal Muhsin Syadzili. Mereka
bersepakat, harus melakukan peristiwa besar berdarah, dengan harapan
semua pihak akan bersedia untuk melakukan perundingan. Dan hal itu
benar-benar terjadi pada hari Senin subuh 11 agustus kita semua
mendengar peristiwa berdarah tersebut adalah pembantaian demonstran yang
sedang melaksanakan shalat di Nahdah dan rab’ah. Ribuan korban mati
syahid, di antaranya anak-anak dan ibu-ibu.
Pertanyaannya adalah, apakah AS, Israel, beserta antek-antek mereka ada di balik kudeta Mesir ini.?
Hal ini telah di jawab oleh menteri Turky Recep Tayyip Erdogan beserta tokoh-tokoh lainnya, berikut uraiannya…
1.
Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan hari Selasa,
(20/8/2013), bahwa “Israel berada di balik kudeta militer Mesir, kita
memiliki dokumen dan dapat mengkonfirmasi dokumen itu , Mereka (Israel)
ingin diktator (militer) harus berkuasa di Mesir”, tegasnya.
“Kudeta
militer di Mesir adalah kudeta dalam arti sebenarnya, di mana begitu
banyak darah rakyat tertumpah, banyak perempuan, anak-anak,
dan Muslim yang tewas dengan sangat menyedihkan. Turki adalah negara
yang paling keras menentang kudeta, Beberapa wartawan ikut terbunuh di
Mesir oleh orang-orang yang menjadi bagian dari diktator Mesir,Tidak ada
yang bisa mengucapkan kata ‘diktator’ di mana kediktatoran ada. Di
Mesir diktator menggantung mereka,Orang-orang Mesir tahu bahwa mereka
benar dan tidak akan menyerah”, ucapnya.
2. Ketua rumah sakit Rabeah Al-adwiyah menungkapkan bahwa.
“
saat ini darah kaum muslimin itu sangatlh murah, dibandingkan dengan
restu oleh Kiwait, Israel, Saudi dan Amerika.” ( sumber Aljazeera )
Hal
ini sanat jelas dan konkrit, hal ini juga telah di perjelas oleh
Ibrahim Daud salah satu pemimpin Tamarrut yang pada awalnya ia sangat
bersemangat untuk menjathkan Mursi, akan tetapi setelah jatuhnya Mursi
dia akhirnya kembali mendukung Mursi karena ia melihat di balik kudeta
itu ada sesuatu yang tidak beser. ( liat ungkapannya di atas )
“
ia juga menambahkan bahwa Sisi sudah mendapatkan bantuan oleh Saudi
sekitar 5 milyar poun Mesir guna menyemangati untuk melakukan kudeta
terhdap Mursi.”
3. Poto yang kita lihat di saat kudeta, di
sana tidak ada poto Mursi sama sekali. Hal ini telah diungkapkan oleh
Aljazeera, bahwa di sana ada konsfirasi.
Dan poto itu menunjukan,
bahwa Dr. Muhammad Mursi tidak hadir dalam acara kudeta dan Mursi tidak
pernah menyetujui kudeta tersebut, sampai saat ini Mursi tidak mau
menyerahkan jabatannya kepada Sisi, Mursi masih mengakui dirinyalah
presiden yang sah dn terpilih. ( baca jawaban Mursi kepada anggota
tamarrut di atas ).
Aljazeera menambahkan bahwa, poto yang
bersebar di media-media ketika berlangsungnya acara kudeta tersebut
adalah poto tahun 2011 saat penjatuhannya Husni Mubarak.
Hingga
saat ini, para pemimpin Tamarrut itu sendiri merasa menyesal telah
menjatuhkan Dr. Muhammad Mursi, karena setelah bebasnya Husni Mubarak
mereka di kejar-kejar dan dipenjara. Hal ini mereka unkapkan lewat
twitter-twitter mereka.
Banyak sekali bukti bahwa di balik
kudeta ini ada konsfirasi dari pihak yang tidak menyukai Syari’at Islam
diterapkan di Mesir. Namun, karena singkatnya waktu kami hanya bias
membahas sampai di sini saja, selebihnya bias di lihat diberbagai
media-media cetak maupun media-media online.
Penulis: Ilham Sujefri