Jumat, 03 Januari 2014

Part 1

Imam al-Barbahari rahimahullah berkata: "Ketahuilah semoga Allah merahmatimu sesungguhnya ilmu bukanlah semata-mata dengan memperbanyak riwayat dan kitab. Sesungguhnya orang yang berilmu adalah yang mengikuti ilmu dan Sunnah, meskipun ilmu dan kitabnya sedikit. Dan barangsiapa yang menyelisihi Al-Qur'an dan as-Sunnah, maka dia adalah penganut bid’ah, meskipun ilmu dan kitabnya banyak." (kitab Da'aim Minhaj Nubuwwah)

Minggu, 03 November 2013

4 November 3013

Besok, senin 4 November 2013 Presidan Dr. Muhammad Mursi akan dibawa kepengadilan.

Kamis, 03 Oktober 2013

Mengapa Harus Cinta

Cinta.
Mengapa harus selalu cinta-cinta ajha yang di
bahas ya..
Jawabannya mudah saja, karena segala aspek
kehidupan kita dipenuhi dengan cinta.
Tak lengkap rasanya bila tanpa cinta.
Maka cinta bisa diibaratkan sebagai nasi yang
menjadi kebutuhan manusia.
Tanpa cinta hidup ini terasa hampa.
Tanpa cinta hidup ini terasa gersang
meskipun di skeliling kita banyak tumbuhan.
Karena cinta adalah anugrah bagi setiap
manusia.
Namun, hampir 99% menusia ini
menyalahkan artinya dan hakikat cinta yang
sebenarnya.
Kita lupa bahwa cinta itu berasal dari sang
pemilik cinta.
Kita lupa bahwa cinta itu harus dihadiahkan
kepada sang yang berhak menerima cinta.
Kita lupa bahwa kita dilahirkan ke dunia ini
karena cinta.
Maka, Allahlah yang berhak kita cintai, dan
menggantungkan cinta kita hanya kepada-
Nya.
Cinta itu memang indah bila dirasakan
dengan maksiat.
Tapi cinta itu pahit bila dibalas dengan azdab
neraka.
Maka, berikan cintamu hanya kepada Allah,
bercintalah kepada-Nya dengan zdikir dan
shalatmu.
Karena di akhirat kelak, taka ada yang
mencintaimu kecuali Allah.
Berkat cinta Allah itulah engkau mendapat
Rahmat, dan berkat Rahmat itulah engkau di
masukan ke dalam Syurga.

Salam Redaksi
: Ilham Sujefri

Rahasia Dibalik Kudeta Mesir

















Mesir adalah Negara yang yang paling sulit  untuk ditaklukkan oleh orang-orang barat, karena tentara-tentara Mesir atau orang-orang Mesir itu adalah tentara yang terkuat sebagai mana yang telah di sabdakan oleh Nabi Muhammad SAW, dan juga dalam sejarah bahwa Mesir tidak mempunyai sejarah buruk dalam peperangan, bahkan disaat- saat seperti yang kita saksikan sekitar dua bulan yang lalu sampai hari ini Mesir tidak menjanjikan untuk perang saudara antara ikhwan Al-muslimin dengan militer Mesir.

Maka, hal ini membuat orang-orang barat  garuk-garuk kepala memikirkan bagaimana caranya Mesir ini seperti Libya, Surya dan berbagai Negara arab. Apalagi dengan terpilihnya Dr. Muhammad Mursi sebagai presiden yang di calonkan oleh Ikhwan Al-muslimin, sebagai mana kita ketahui bahwa  Ikhwanul Muslimin mempunyai banyak  sejarah pembantaian di Mesir ini sendiri, dan juga Ikhwan Al-muslimin adalah sebuah kelompok yang di segani oleh AS dari zaman ke zaman.

Tentu saja, dengan terpilihnya Dr. Muhammad Mursi ini akan membuat mereka merasa kesulitan untuk menguasai Negara-negara Arab, karena Mursi sendiri mempunyai program akan membuat khalifah Islamiyah dengan bekerja sama dengan menteri Turky  Erdogan dan beberapa Negara arab lainnya. Namun, rencana ini sudah di ketahui oleh Israel dan AS sebelum ia terwujud. Maka, As dan Israel bekerja sama dengan beberapa Negara arab yang sampai saat ini masih tunduk patuh kepada Washington AS seperti Saudi, Emiret,Kuwait  dan UAE.

Hal ini telah diungkapkan oleh Ibrahim Daud yang mana ia sebelumnya sangat mendukung kudeta dan tak lama setelah pengkudetaan terhadap Mursi ia keluar dari kelompok Tamarrut, dan ia melihat di sana ada keganjalan yang terjadi dikudeta itu sendiri. Dalam orasinya setelah kudeta dan keluar dari pihak Militer di Rab’ah dihadapan demonstran ia mengatakan penyebab kudeta itu terjadi.

“ sebenarnya, As-Sisi mengetahui bahwa yang mendukung tidak mencapai 2 juta orang, ia juga sangat mengetahui bahwa yang mendukungnya itu adalah orang-orang Kristen koptik, Liberal dan militer, sebenarnya Sisi itu di dukung dana oleh Saudi, dan Emiret, dan dukung penuh dari militernya oleh Israel dan Amerika serikat.” Aljazeera

Ia juga menambahkan “ sebenarnya kudeta ini sengaja di buat oleh antek-antek Husni Mubarak, karena lebih setengah SPBU di Mesir  ini adalah milik antek-antek Husni Mubarak, dan mereka sengaja memacetkan kerja pegawainya supaya  menimbulkan kemarahan rakyat mesir kepada Mursi.” Aljazeera

Selain itu, ada salah satu akun twitter sekelompok Khilyah ( orang-orang Anti Mursi dan Ikhwanul Mulimin ) dari hasil twitnya mereka selalu mengadakan rapat rahasia antara mereka.

Rapat rahasia itu terus berlangsung dihadiri anggota Khilyah ( kelompok anti Mursi dan Ikhwanul Muslimin ), terutama pada seminggu sebelum berlangsungnya kudeta. Rapat sangat maraton, intensif, dan tiap hari. Targetnya mensupport kudeta di Mesir. Setelah kudeta, anggota Khilyah ini nampak was-was tidak kepalang. Rasa takut menyelimuti mereka, terutama melihat kemarahan rakyat Mesir.

Selain itu, Muhammad bin Zaid, pemimpin UAE selalu berkomunikasi via telpon hampir setiap hari dengan As-Sisi. Nampak histeris, Tujuannya memantau perkembangan kudeta dan pascakudeta. Ben Zaid telah menggelontorkan milyaran dollar kepada As-Sisi dan pelaku kudeta.

Ahmad Syafiq, menyampaikan kepada anggota Khilyah, bahwa kekuatan massa Ikhwanul Muslimin dan pendukung Mursi, akan mengancam masa depan pemerintahan kudeta. Bahkan akan menghancurkan kudeta, jika massa dibiarkan terus tegar dan solid seperti saat ini. Ketika itu  Ahmad Syafiq diberi tugas oleh Tim Khilyah, untuk mengirimkan uang-uang risywah ( sogokan ) ke seluruh hakim-jaksa-kepolisian di Mesir. Tujuannya untuk menggugurkan semua tuduhan atas dirinya, agar ia bisa kembali ke Mesir 3 bulan yang akan datang.

Di waktu yang sama, Muhammad Dahlan, Boss Intelejen di Mesir dan dikenal sebagai Bos Densus Anti Gerakan Islam merupakan penyebab ditutupnya gerbang Refah ( perbatasan antara Mesir dan Palestina ), dengan mendesak Muhammad bin Zaid ( menteri Saudi ) agar melobi As-Sisi menutup gerbang. Targetnya, menutup akses anggota Hamas memasuki Mesir. Ia juga ditunjuk untuk menjadi koordinator rekrutmen anggota-anggota bersenjata yang akan membunuh Komandan Teritorial Mesir, karena dicurigai ia akan menolak kudeta di Mesir dan membela Mursi.

Kejadian yang sama terjadi di balik layar kudeta, hal ini di sampaikan oleh Abdul bari ‘Athwan editor Al-Quds Al-‘Arabi London, menuliskan dalam halaman facebooknya kejadian-kejadian penting yang berlangsung di Departemen Pertahanan selama 72 jam sebelum kejadian pembantaian Garda Republik.
Kejadian kejadian tersebut adalah :

1-Jumat, pukul 21.00 malam, kantor Departeman Pertahanan.
Terjadinya pertemuan rahasia antara As-Sissi dengan para pemimpin angkatan bersenjata, tanpa kehadiran panglima kedua yang mengurus lapangan, karena kondisi yang sangat berat di kota-kota propinsi Qana. Mereka memutuskan untuk melakukan perundingan dengan Presiden Mursi. Menurut mereka Perundingan adalah satu-satunya jalan keluar dari krisis yang sedang terjadi. Maka saat itu, ditunjuklah  untuk melakukan perundingan adalah kepala staf angkatan bersenjata, Jenderal Shidqi Shubhi dan pemimpin angkatan udara, Jenderal Yunus Sayid Hamid Al-Mishri.

2-Pukul, 02.00 dini hari.
Jenderal Shidqi Shubhi dan Jenderal Yunus Sayid Hamid Al-Mishri berangkat ke mabes Garda Republik untuk menemui Presiden Mursi. Dalam pertemuan itu, mereka memberikan beberapa opsi kepada Dr. Muhammad Mursi. Pertama adalah presiden Mursi mengumumkan pengunduran dirinya secara resmi. Dan opsi inipun ditolak mentah-mentah oleh Mursi.
Kedua, Mursi kembali menjadi presiden, tapi dengan syarat mengangkat Baradai sebagai perdana menteri yang mempunyai otoritas luas dalam bidang politik dan ekonomi, tanpa bisa diintervensi oleh presiden. Selain itu, presiden juga tidak boleh mengurus masalah militer dan persenjataannya.
Menanggapi opsi ini, Presideng Mursi hanya tertawa dan berkata, “Maaf, kalian hanya membuang kesempatanku untuk melaksanakan shalat tahajjud.”
Mendapat jawaban itu, Jenderal Shubhi marah besar dan membentak presiden. Dia mengancam, “Demi Allah, kami akan membunuh kalian satu persatu. Akan terjadi banjir darah… Kematianmu dan kehancuran jamaahmu jauh lebih dekat dari yang kau bayangkan.”

3-Sabtu, pukul 07.00.
Pertemuan antara As-Sissi dengan seluruh pemimpin militer. Pertemuan untuk mendengar dan membahas laporan intelijen militer. Laporan menyebutkan kondisi yang sangat berat di markas-markas militer. Banyak sekali para militer yang melakukan protes. Saat itu panglima ketiga untuk lapangan, Letnan Jenderal Usamah Askar menngkritik keputusan As-Sissi yang sangat tergesa-gesa. Kritikan itu membuat As-Sissi marah besar sambil berteriak-teriak. Dia marah kepada semua yang hadir saat itu. Adu mulut di antara mereka tidak bisa dihindari. Tidak ada lagi perasaan canggung atau sungkan yang disebabkan pangkat dan kedudukan. Akhirnya pertemuan berakhir tanpa hasil apa-apa.

4-Sabtu, pukul 12.00
As-Sissi melakukan pertemuan dengan Jenderal Shidqi dan Jenderal Ahmad Abu Dahab, kepala bagian mental. Pertemuan itu untuk mendengarkan usulan dan ide intelijen militer, pengaturan kembali masalah media, demonstrasi tandingan pada hari Ahad, konsentrasi media pada menuduh Ikhwan Muslimin berkhianat, menghubungkan Ikhwanul Muslimin dengan aksi terorisme, membuka sejarah gelap Ikhwanul Muslimin.

5-Ahad, 24 – Senin pagi.
Jenderal Subhi menemui Presiden Mursi. Menyampaikan bahwa sudah ratusan anggota Ikhwanul Muslimin yang mati syahid di tangan polisi dan preman, sedangkan militer belum turun tangan.
Lalu dia mengancam, “Kalau kamu tetap keras kepala, kami akan menyembelih kalian semua. Keadaan juga akan tambah sulit. Kamu tidak punya pilihan selain kami rekam pengunduranmu, atau kamu kembali menjadi presiden dengan syarat-syarat yang pernah kusampaikan. Kalau kamu tidak memilih salah satu, maka bayarannya adalah darahmu dan darah para pendukungmu.”
Presiden Mursi menjawab, “Kalau aku terima tawaranmu hari ini, setelah banyak orang yang meninggal, dan setelah engkau menceritakannya kepadaku, maka artinya aku telah mengkhianati mereka. Aku telah mengkhianati pengorbanan jiwa mereka. Aku telah mengkhianati sumpahku kepada Allah dan seluruh rakyat. Kalau aku terima tawaran kalian, maka negeriku ini tidak lagi mempunyai masa depan di bawah kekuasaan kalian… Sebaiknya kalian bunuh aku saja. Itu lebih ringan bagiku.”

6-Senin, pukul 02.00 pagi
Pertemuan antara Jenderal As-Sissi, Jenderal Subhi, panglima Garda Republik, dan kepala bagian operasi militer Letnan Jenderal Muhsin Syadzili. Mereka bersepakat, harus melakukan peristiwa besar berdarah, dengan harapan semua pihak akan bersedia untuk melakukan perundingan. Dan hal itu benar-benar terjadi pada hari Senin subuh 11 agustus kita semua mendengar peristiwa berdarah tersebut adalah pembantaian demonstran yang sedang melaksanakan shalat di Nahdah dan rab’ah. Ribuan korban mati syahid, di antaranya anak-anak dan ibu-ibu.

Pertanyaannya adalah, apakah  AS, Israel, beserta antek-antek mereka ada di balik kudeta Mesir ini.?

Hal ini telah di jawab oleh menteri Turky Recep Tayyip Erdogan beserta tokoh-tokoh lainnya, berikut uraiannya…

 1. Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan hari Selasa, (20/8/2013), bahwa “Israel berada di balik kudeta militer Mesir, kita memiliki dokumen dan dapat mengkonfirmasi dokumen itu , Mereka (Israel) ingin diktator (militer)  harus berkuasa di Mesir”, tegasnya.
“Kudeta militer di Mesir adalah kudeta dalam arti sebenarnya, di mana begitu banyak           darah rakyat tertumpah, banyak perempuan, anak-anak, dan Muslim yang  tewas dengan sangat menyedihkan. Turki  adalah negara yang paling keras menentang kudeta, Beberapa wartawan ikut terbunuh di Mesir oleh orang-orang yang menjadi bagian dari diktator Mesir,Tidak ada yang bisa mengucapkan kata ‘diktator’ di mana kediktatoran ada. Di Mesir diktator menggantung mereka,Orang-orang Mesir tahu bahwa mereka benar dan tidak akan menyerah”, ucapnya.

2. Ketua rumah sakit Rabeah Al-adwiyah menungkapkan bahwa.
“ saat ini darah kaum muslimin itu sangatlh murah, dibandingkan dengan restu oleh Kiwait, Israel, Saudi dan Amerika.” ( sumber Aljazeera )
Hal ini sanat jelas dan konkrit, hal ini juga telah di perjelas oleh Ibrahim Daud salah satu pemimpin Tamarrut yang pada awalnya ia sangat bersemangat untuk menjathkan Mursi, akan tetapi setelah jatuhnya Mursi dia akhirnya kembali mendukung Mursi karena ia melihat di balik kudeta itu ada sesuatu yang tidak beser. ( liat ungkapannya di atas )
“ ia juga menambahkan bahwa Sisi sudah mendapatkan bantuan oleh Saudi sekitar 5 milyar poun Mesir guna menyemangati untuk melakukan kudeta terhdap Mursi.”

3. Poto yang kita lihat di saat kudeta, di sana tidak ada poto Mursi sama sekali. Hal ini telah diungkapkan oleh Aljazeera, bahwa di sana ada konsfirasi.
Dan poto itu menunjukan, bahwa Dr. Muhammad Mursi tidak hadir dalam acara kudeta dan Mursi tidak pernah menyetujui kudeta tersebut, sampai saat ini Mursi tidak mau menyerahkan jabatannya kepada Sisi, Mursi masih mengakui dirinyalah presiden yang sah dn terpilih. ( baca jawaban Mursi kepada anggota tamarrut di atas ).
Aljazeera menambahkan bahwa, poto yang bersebar di media-media ketika berlangsungnya acara kudeta tersebut adalah poto tahun 2011 saat penjatuhannya Husni Mubarak.

Hingga saat ini, para pemimpin Tamarrut itu sendiri merasa menyesal telah menjatuhkan Dr. Muhammad Mursi, karena setelah bebasnya Husni Mubarak mereka di kejar-kejar dan dipenjara. Hal ini mereka unkapkan lewat twitter-twitter mereka.

Banyak sekali bukti bahwa di balik kudeta ini ada konsfirasi dari pihak yang tidak menyukai Syari’at Islam diterapkan di Mesir. Namun, karena singkatnya waktu kami hanya bias membahas sampai di sini saja, selebihnya bias di lihat diberbagai media-media cetak maupun media-media online.

Penulis: Ilham Sujefri

Senin, 19 Agustus 2013

Laporan dari Mesir


Penulis : Ilham Sujefri El-utsmany

Perang saat ini di mesir dipicu oleh pengumuman kudeta terhadap Presiden Mursi oleh Abdul  Fatah As Sisi pada tanggal 30 Juni 2013. Selain kudeta, As Sisi menutup media seperti Aljazeera dan beberapa chanel lainnya. Penduduk Mesir terpecah dua, sebagian dari masyarakat yang tetap mendukung Presiden Mursi turun ke jalan, mereka melakukan demo dan menginginkan Dr Muhammad Mursi menjadi Presiden Mesir.
Pada awalnya demostran hanya sedikit. Namun dari hari ke hari demostran pro Mursi semakin banyak hingga mencapai puluhan ribu. Mereka tidak hanya berasal dari ibu kota Kairo, tetapi dari berbagai provinsi di Mesir. As Sisi mengetahui bahwa demostran makin lama makin banyak, akhirnya Sisi mengambil tindakan melakukan penembakan guna membubarkan demostran . Usaha yang dilakukan oleh Sisi sia sia, karena para demostran bukannya makin sedikit tetapi semakin lama semakin banyak.
Salah satu jurnalis Mesir mengatakan “ sebenarnya Sisi tidak mempunyai pilihan lain, jika Sisi menyerag dan memberikan kekuasaan kembali ke Dr Mursi, maka Sisi yang akan dikejar oleh massa dan Sisi juga takut jalur keturunannya akan terhapus di Mesir “.
As Sisi beranggapan bahwa tindakannya akan disegani oleh masyarakat Mesir jika berhasil membubarkan para demostran, tetapi saat ini yang terjadi sebaliknya. Tindakan Sisi dikecam oleh berbagai Negara Arab dan juga masyrakat International. Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengecam keras atas perbuatan Sisi dan polisi Mesir terhadap pendukung Mursi. Erdogan mengatakan “ Dihati mereka tidak melunak sedikitpun meskipun di bulan Ramadha. Ketika kaum muslimin sedang menyiapkan sahur, terjadi pembantaian di Mesir. Dimana Eropa ? Dimana AS? Dimana nilai nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi, mereka yang mengajarkan kepada Kami arrti demokrasi, dimana PBB ? mereka yang berteriak marah ketika polisi Turki menyemprotkan gas airmata dengan cara yang dibenarkan oleh hokum, lalu dimana mereka ketika kudeta dan pembantaian yang terjadi di Mesir ? “.
Puncak dari penembakan terjadi pada tanggal 14 Agustus, para tentara dan polisi mengusir paksa para demonstran dari lapangan Rabeah Al Adawiah. Mereka menembakan gas air mata dan menembaki para demostran. Yang lebih parah, tenda dan kamp-kamp para demostran dibakar disaat demostran sedang beristirahat, dan mereka juga membakar mesjid Rabeah. Bahkan, rumah sakit darurat yang penuh oleh para demostran yang terluka juga dibakar oleh polisi militer dan tentara, semua yang ada didalamnya hangus terbakar.
Salah satu kepala dokumentasi rumah sakit darurat Rabeah Al –Adawiah mengatakan melalui channel Aljazeera :
Saya menyaksikan di depan mata saya, seorang pasien ditembaki dengan sengaja hingga tewas oleh pihak keamanan yang membakar lokasi. Saat itu, dokter yang merawat pasien memohon untuk membiarkannya mengobati pasien tsb, karena kakinya putus.  Tetapi, dengan dingin, polisi menembak tepat dada pasien malang tsb.
Dalam data yang ada saat itu, tidak kurang dari 2600 jenasah di rumah sakit darurat, dan lebih dari 7000 pasien luka luka. Semua dokumen data dimusnahkan oleh polisi saat pembakaran sedang berlangsung.
Hingga saat ini jumlah angka kematian demostran melebihi angka 6000 orang dan yang mengalami luka luka lebih dari 15000 orang.
Banyak pemberitaan di berbagai media yang ada saat ini memutarbalikan fakta. Pemberitaan yang mengatakan bahwa masyarakat mendukung kudeta terhadap Dr Mursi, dan yang terbunuh hanya ratusan orang. Sungguhlah semuanya tidak benar. Media media tersebut telah diancam dan dibayar oleh Sisi untuk tidak memberitakan kesalahn yang dilakukan oleh militer, dan menyembunyikan kejadian yang sebenarnya.
Pada tgl 15 Agustus, demostran pro legitimasi bersepakat untuk melakukan demo besar besaran dan mereka menamakan hari itu adalah hari jum’at kemarahan.  Aksi demo ini meramaikan jalan jalan diberbagai tempat di kota Kairo seperti Ramsis, Alfu Maskan, Nishfil Bald, dan di beberapa tempat yang ramai.
Hal ini dilakukan setelah terjadinya pembantaian dan penembakan yang membabi buta oleh pihak militer pada tanggal 14 Agustus di Rabeah Al-Adawiah yang telah memakan korban ribuan orang yang kebanyakan hangus terbakar.
Polisi militer dan tentara mesir kembali mengunakan gas air mata dan peluru api untuk membubarkan demostran yang berada di Ramsis. Korban yang meninggal mencapai 95 orang bahkan lebih, dan para korban di evakuasi ke dalam mesjid Al-Fattah yang berada di Ramsis.
Para pro legitimasi tidak mau menunjukkan perlawanan dengan mengunakan senjata. Mereka tetap sabar, walaupun harus menahan sakit melihat mayat mayar saudara mereka yang masih bergeletakan dan terbakar di lapangan Rabeah Al-Adawiah. Mereka tetap melakukan demo turun ke jalan. Bukan hanya di kota Kairo, tetapi di provinsi-provinsi lain di Mesir, mereka turun memenuhi jalan untuk menunjukkan aksi penolakan mereka terhadap perbuatan As-Sisi.


Senin, 29 Juli 2013

Pelajaran pertama hari ini

kisah ini adalah sebuah contoh untuk orang tua dan juga kita sebagai anak mereka..

tanpa sengaja saya melihat postingan-postingan yang ada di salah satu grup Darul Azhar, di sana saya menemukan sebuah kiriman yang dapat memotivasi kita sebagai orang tua maupun sebagai anak.

kisah ini adalah kisah yang diungkapkan oleh seorang ibu kepada anaknya yang sedang belajar di Pesantren

" salah kan ibu nak, salahkan ibu merindukanmu, mungkin apabila ibu tak begitu mengkhwatirkanmu dan merindukanmu mungkin saat ini kau masih bersama teman-temanmu,bercerita dikamar yg berukuran 4 x 4 sempit memang tapi terasa lapang karena kalian saling mencintai satu sama lain karena Allah "

begitulah perkataan ma'af dari seorang ibu kepada anaknya, walaupun seorang ibu tidak perlu meminta ma'af kepada anaknya jikalau ia tidak melakukan kesalahan yang melanggar syari'at agama.

" Ya Allah.. berilah kekuatan lahir bathin pada anakku yang masuk pesantren ini agar dia betah belajar agama "

begitu juga do'a dari seorang ibu kepada anaknya, yang sangat ,menginginkan anaknya menjadi orang yang berguna di masa depannya.

pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita di atas adalah

1. ketika kita masuk ke pesantren jangan terlalu cengeng apalagi sampai nangis segala
2. sebagai orang tua kita harus mendukung sepenuhnya dan memberikan motivasi kepada anak-anak kita ketika ia mau belajar, apalagi pelajaran itu adalah pelajaran Agama


sekian, bila ada salah, mohon di maklumi..

salam Redaksi #

Rabu, 23 Januari 2013

Puisi Buat Papa Dan Mama

Aku berdiri menggunakan toga ini Di sebuah jalan stapak yag gelap
Pandanganku  tertuju pada dua orang di kejauhan sana
Dengan senyuman yang tak asing di mataku
Dua orang yang sangat aku hargai
Dua orang yang sangat aku hormati
Aku cintai dan aku sayangi
Iya…
 Mereka papa dan mamaku
Dengan di sertai senyuman aku berjalan menghampiri mereka
Seiring dengan langkah terlintas di benakku
Atas apa yang telah mereka lakukan terhadap hidupku selama ini
Mama yang telah mengandungku  selama sembilan bulan
Mama yang sudah memperjuangkan hidup dan matinya hingga aku dapat hadir di dunia ini
Mama juga yang telah merawatku dengan penuh kelembutan dan kasih sayang
Papa yang telah mendidikku
Pap yang lera bekerja banting tulang
Ikhlas mengeluarkan keringatnya agar aku dapat menikmati hidup
Detik demi detik
Hari demi hari
Bahkan tahun demi tahun
Apakah yang dapatt aku lakukan untuk membalas mereka..?
Sering aku tutup kuping nggak mau dengarin nasehat mereka
Sering banget aku bohong kepada mereka untuk kepuasanku
Sering aku ngelawan jika mereka marah karena kenakalanku
Sering juga aku banting pintu di hadapan mereka jika mereka tidak mengabulkan permintaanku
Dan bahkan sering aku mengeluarkan kata-kata kasar yang nggak pantas mereka dengar dari bibirku
Dasar cerewet, kuno, kolot
Tapi apakah mereka memendam rasa dendam terhadapku
Tidak, tidak sama sekali
Mereka dapat tulus mema’afkan kekhilafanku
Mereka tetap menyanyangiku dalam setiap hembusan nafas mereka
Bahkan mereka  tetap menyebutka amaku dalam setiap do’a-do’a mereka hingga aku menjadi seperti sekarang ini
Ya tuhan..
Betapa  durhakanya aku
Tak sadarkah aku bahwa mereka orang yang sangat berarti dalam hidupku
Langkah-langkahku terhenti dihadapan mereka
Dan kupandangi papa dan mamaku, Inci demi inci
Badan yang dulu tegap, kekar kini mulai membungkuk
Rambut yang dulu hitam kini mulai memutih
Dan kulit mereka dulu kencang kini mulai berkeriput
Kutatap mata mereka yang berbinar-binar
Dan mulai meneteskan air mata bahagia
Air mata haru airt mata bangga meliahtku memakai toga ini
Ku cium tangan mereka
Ku peluk mereka sambil  bekata
Papa mama
Yang aku berikan hari ini tidak akan cukup membalaskan semua yang telah papa dan mama berikan selama ini padaku
Terimakasih pa, terimakah ma
Aku sayang papa dan mama sampai akhir hayatku.. * Karya Febi *

Rabu, 28 November 2012

Derita Membutakan Hatiku


Derita Membutakan Hatiku


Malampun terus beranjak pergi berjalan menelusuri kota yang permai, menetupi kegilauan kota aceh pada saat itu. Semua santripun bersiap-siap untuk shalat maghrib berjamaah di masjid.
Seusai melaksanakan shalat,semua santri berduyun-duyun sambil berlari-lari menuju dapur umum untuk mendapatkan sepiring nasi guna menghilangkan rasa lapar yang telah mereka tahan seharian penuh, dengan lahapnya mereka memakan santapan malam itu,bagaikan singa yang tengah mencari mangsanya.
Tanpa terasa,adzan isyapun telah berkumandang dan akhirnya mereka bergegas mencuci piring-piring yang telah dikotori dengan makanan,dan meraka langsung menuju masjid,shalat dan baca al-qur'an.
Namun di kegembiraan banyaknya santri dan santriwati itu, aku duduk  diantara mereka yang hanya diam membisu seribu bahasa,tidak berbicara meski hanya sepatah kata.
Setelah melaksanakan shalat isya, sesuai dengan rutinitas semua adalah belajar individual di kelas masing-masing. Namun, ketika itu aku duduk termangu melihat keindahan langit yang di hiasi oleh bintang gemintang mengeluarkan cahaya cinta yang agung, mengagungkan Asma' dan kebesaran Allah, sehingga siapapun yang melihatnya pasti akan jatuh cinta.
Rasa ingin tau dan penasaranpun datang menghampiri hatiku, ternyata tanpa kusadari aku telah jatuh cinta kepada penduduk langit itu, ahkirnya aku mencoba untuk mencari-cari perhatiannya, dan rasa keinginanpun untuk menghabiskan malam ini bersama bintang itu kini kian menjadi-jadi.
Tapi entah mengapa dipersimpangan malam yang penuh dengan keindahan, aku merasakan ada yang tersakiti di bagian dalam tubuh mungilku, seakan-akan hatiku cemburu melihat bintang bermesraan dengan bulan itu. Namun, aku bingun ketika ku rasakan cemburu, kurasakan ada yang datang tiba-tiba dengan kebengisannya langsung menusuk jantungku yang tak mampu ku ungkapkan dengan kata-kata dan tak mampu jua kurasakan dengan panca indra.
Kenapa….???  Mengapa…???  Dari mana..???
Ada apa…???  Pertanyaan itu datang bertubi-tubi menghantui diri yang dha'if ini, aku bingun harus berbuat dan berkata apa. Ku tundukan kepala ini memohon ampuanan  Allah yang maha mengetahui segala sesuatu.
Kucoba bertanya kepada rumput-rumput yang bergoyang dengan diiringi tiupan angin lembut yang membawa kasih sayang serta cintanya kepada semua makhluk ciptaan Allah di muka bumi ini.
Namun apa jawabnya, dia hanya diam membisu, dia tidak menghiraukanku, dia tak mengerti perasaanku. Lalu ku kabarkan kepada gunung berdiri tegap, kokoh di hadapanku,yang dihiasi tumbuh-tumbuhan dari pepohonan sampai rerumputan. Namun, dia tak jua berkata apa-apa, dia hanya diam seribu bahasa, akhirnya tinggalah aku sendiri terpaku menatap langit, dengan anggapan barangkali disana ada jawabannya.
Tak kusadari ternyata malampun telah larut, jamkupun telah menunjukan pukul 00:00 dini hari,  sekali lagi kupaksakan meninta kepada robbii yang mengetahui rasa ini sambil kuteteskan air mata kepiluan, akhirnya "ya sudah lah"  ucapku dalam hati sambil kucoba melangkahkan kaki ini menuju asrama tempat tidurku  meski dengan rasa bingung menyertaiku, tanpa pikir panjang ku langsung mengambilkan selimut kesayanganku sambil ku ucapkan " Bismika Allahumma ahya wa bismika amut"  akupun langsung merebahkan badan dan memejamkan mata dan langsung tidur.
Keesokan harinya aku bangun pagi-pagi sekali dan langsung ke kamar mandi, dengan disertai rasa ngantuk kupaksakan mengulurkan tangan tuk mengambil setetes air dan kupercikan kewajah ngantukku, seusai bewudhu' aku mengganti pakain shalat dan langsung menuju masjid untuk melaksanakan shalat subuh,tanpa merapikan tempat tidur, biasanya setelah bangun aku langsung merapikan tempat tidur, namun hari ini ada sedikit kejangkalan dalam diri ini.
Seusai melaksakan shalat subuh, ku ambilkan sebuah al-qur'an utsmani dari dalam kantong bajuku, Kucoba untuk membacanya. Namun aku tak bias serius, pikiranku buyar, lidah ini terasa berat untuk mengungkapkan kata demi kata dari al-qur'an itu, bibir ini terasa menolak untuk membacanya. Akhirnya kuhentikan bacaan sambil ku ucapkan "Astaghfirullah" dengan nada menghambakan diri di hadapan Allah yang maha segala maha,sambil kupejamkan mata dan kutundukan kepala memohon ampunan-Nya.
Aku tak bisa berbuat apa-apa, hanya bingun yang menyertai diri ini. Shubuh yang biasanya kulalui dengan lantunan al-qur'an kini hal itu lari menjauh dari diriku, Akhirnya aku keluar dari masjid menuju kelas belajar. Angin pagipun menghembus dengan keras menerpa wajah ini, rasa dinginpun kini menusuk tubuhku, namun  ketika hendak melangkahkan kaki ini masuk kedalam kelas tiba-tiba saja kakiku terhenti sejenak ketika ku melihat tempat ku berdiam diri tadi malam, seolah-olah ia menarik hati ini untuk bersama lagi dengannya, tiba-tiba saja datang salah seorang teman mengujutkanku sambil berteriak.
"Hoi…" katanya di telingaku, dengan sepontan aku terkejut dan melompat sambil mengeluarkan sedikit jurus ular yang telah kupelajari sebelumnya.
"Astaghfirullah" kataku panjang-panjang.
"antum kenapa akhi..? ana liatin dari tadi malam antum asyik termenung aja, memang ada masalah ya dengan antum..? certain dong ma ana mana tentu ana bisa bantu, meski nggak sepenuhnya minimal ada lah pemberian dari ana, meski bukan berbentuk meteri tenagapun jadi lah" tanyanya memprihatinkanku, dia adalah mahli teman dekatku selama ini.
"Ana nggak tau juga ni akhi, entah kenapa akhir-akhir ini ana teringat terus ma orang tua di rumah, apalagi tadi malam ana hampir nggak bias tidur" jawabku.
"Antum nggak usah terlalu terbuai dengan pikiran-pikiran yang mampu melalaikan belajar antum, kita kesini kan di amanahkan untuk belajar" katanya menasehatiku, ia tak mengerti perasaan ini, dan akupun tak mampu menjelaskan kepadanya.
" ya udah, ayo kita ke kamar,bentar lagi kita kan mau lari pagi keliling pesantren ama temen-temen" ajaknya.
"ayo" jawabku. Kamipun bergegas menuju kamar tempat tidur.
seusai melaksanakan lari pagi, kami istirahat sejenak menghentikan letih dan penat.
Tiba Ibu tukang masak dapur umum memanggil kami semua untuk mengambil bubur dan susu, santapan sebelum sarapan pagi.
Seusai makan dengan secara tiba-tiba, bumi menggoncangkan dirinya dengan keras seakan-akan ia ingin merobohkan bangunan yang berdiri tinggi de depan dayahku, di saat itu aku tak bisa bergerak apa-apa, karena aku adalah orang yang sukar pusing  kepala apabila gempa bumi datang,akhirnya aku memaksa untuk meraih sebuah pohon di hadapanku, namun aku tak kuasa, dengan sekejap temanku
"Astaghfirullah…" kata mahli melihat diriku sudah tak bisa berbuat apa-apa, hanya diam, rasanya diri ini ingin lari sekencang-kencangnya, tapi aku tak mampu, seakan-akan ada rantai besar yang mengikat kaki ini.
Akhirnya goncanganpun berhenti,dengan tiba-tiba aku teringat dengan kebua orang tua dan adik-adikku di rumah, aku bimbang, aku takut terjadi apa-apa sama mereka, rasa kegalauanpun kian makin menjadi-jadi.
Kulalui hari ini dengan rasa penasaran dan kebimbangan,memikirkan orang tua,saudara,handai dan taulan di kampung halaman, rasanya aku ingin pulang kerumah, ingin mengetahui pasti keadaan mereka,tapi tak diberi izin oleh ustadz untuk keluar hari ini.
Akhirnya bundaku menelpon salah seorang ustadz yang ada didayah tersebut, Alhamdulillah kini hatiku mulai tenang.
"sekarang antum udah tenang kan..?" Tanya mahli secara tiba-tiba.
"Alhamdulillah" jawabku.
"ya udah sekarang mari kita ke kamar"
"tapi mengapa disisi lain hatiku masih tak puas dengan penjelasan bundaku ya Li.?" Tanyaku.
" udah nggak usah dipikirin lagi, yang terpenting sekarang adalah mereka selamat,sehat-sehat saja, antum kan udah berbicara langsung dengan bunda antum." Jawabnya.
"ya Insya Allah, semoga tak ada terjadi apa-apa sama mereka" sambutku pula, sambil berjalan menuju kamar.
Detikpun terus berjalan menelusuri hari, menitpun tak mau kalah, jampun terus berjalan berganti-ganti jam, beberapa hari setelah kejadian itu, terdengarlah sebuah berita dari TV yang isinya.
" Aceh menantikan uluran tangan kita semua untuk menyembuhkan lukanya".
lantas secara langsung aku meneteskan air mata kesedihan, ku merasakan perih yang amat dalam, melihat saudara-saudaraku dilanda banjir oleh tsunami, ku melihat ada yang teriak menangis terngau-ngau mengadukan semuanya kepada Allah, ada pula yang berteriak sambil melantunkan suara takbir " Allahu Akabar, la ilaaha illallah" mengagungkan Asma' dan kebesaran Allah.
Lantas temanku mahli berkata " antum sudah lihat itu akhi,apa yang mereka rasakan tak sebanding dengan apa yang antum rasakan saat ini, kenamakah mereka akan mengadu kalau sudah seperti ini.? Tidak akhi, tidak apapun yang bisa mereka lakukan." Katanya. Dia tak tau kalau kata-katanya itu membuat hatiku semakin terluka.
Akhirnya aku mencoba mencari-cari tempat yang bisa mengulurkan bantuan ke Banda Aceh dan sekitarnya, sehingga ada seorang ustadz yang mengumumkan " siapa yang mau memberikan bantuan silahkan masuk ke kelas masing-masing” akupun langsung menuju kelas dengan membawa beberapa pakaian kesayangan yang kumiliki dan langsung memberikannya kepada ustadz tersebut.
Tabi-tiba si Mahli datang menghampiriku dan berkata.
"Akhi Ham" itulah panggilan akrabku selama didayah modern ini.
"apa..?" tanyaku
" ana ada perlu sedikit sama antum ini, ini sangat penting sekali" aku mulai penasaran melihat wajahnya, sepertinya ada sesuatu yang memang harus aku ketahui, dia membawa dan menariku masuk ke dalam kamar.
" antum jangan panik dulu ya, insya Allah ana dan seluruh orang yang ada di Dayah ini akan selalu bersama antum disini, ingat kita kemari untuk belajar bukan apa-apa." Katanya memulai pembicaraan.
Lantas aku menjawab " ya aku tau hal itu, katakan saja apa yang ingin antum katakan" tiba-tiba dia memelukku sambil mengeluarkan air mata,akupun mulai heran dan bertanya-tanya
" antum kenapa akhi…?"  nada lembutku membujuk hatinya.
" antum jangan sedih ya, aku nggak mau antum nanti terbebani, ana barusan dapat Sms lewat Hp ustadz Harun " kemudian dia diam sejenak, karena tak sabar dan penasaranpun menjadi-jadi, ku bertanya kepadanya.
" apa isi smsnya akhi..?" dia hanya menangis, rasanya ia tak sanggup menahan perih tersebut. Dengan berat lidah ia berusaha memberitahuku.
" tadi ustadz dapat sms dari kampong antum, mereka mengabarkan bahwa ayah antum telah tiada" aku mulai tak mendengar perkataannya.
"antum yang sabar ya akhi, ma'afkan aku memberitahunya secara tiba-tiba" tapi aku tak lagi mendengar perkataanya. Aku langsung tak sadarkan diri,air mataku terus-menerus mengalir bagaikan air.
Namun mahli sebagai teman yang sangat perhatian denganku,ia selalu menemaniku, bagai manapun keadaan yang kulakukan.
Mulai hari itulah dunia terasa sudah tidak ada,ku melangkah namun ku tak merasakan apa-apa.
Aku hanya menangis terisak-isak di pangkuan seorang teman yang sangat pengertian akan kesedihan diriku.


Derita membutakan hatiku
Mencabik-cabik jiwaku
Merobek hasratku
Menghantui pintaku
Terima kasihku
Kepada teman yang setia menemaniku
Mahli Muhammad Ali