Assalamu'alaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Anakku
yang ku sayangi engkau adalah
harapan hati, engkaulah yang akan membawa risalah ini, engkaulah yang paling
mengerti, engkaulah yang akan mewarisi isi hati yang telah kutanam hingga kini,
supaya engkau mampu memetiknya tatkala ibu sudah tiada lagi.
Anakku yang kusayangi, ibu masih teringat-ingat dengan
perkataanmu ketika engkau berusia 5 tahun " mama aku mencintaimu ma, aku
akan berusaha menjadi yang terbaik disisimu ma,aku akan berusaha mewujudkan
semua pintamu ma" ibu menjawab anakku " Mama juga mencintaimu anakku,
mama juga akan selalau berdo'a kepada Allah supaya engkau bisa menjadi orang
yang sukses di kala tua, mama akan selalau menyanyangimu anakku" ibu
diwaktu itu menangis mengingat-ingat kata-kata darimu anakku, ibu di malam itu
tidak bisa tidur untukmu anakku, kini engkau telah tumbuh besar.
Ibu juga
teringat dengan perkataanmu dulu " ma aku ingin sekolah ke luar negri,ke
Amerika, Inggris, Mesir ma" ibupun menjawab anakku " kalau kamu mau
sekolah ke luar negri kamu harus menjadi anak yang pandai, penter, cerdas, kamu
harus belajar dengan sungguh-sungguh supaya kamu bisa mendapatkan beasiswa ke
luar negri ya anakku" lantas dengan sepontan engkau menjawab " mama
aku akan belajar sungguh-sungguh ma, aku pasti akan sekolah di luar negri
ma".
Kini engkau sudah tiada disisiku lagi engkau telah
pergi jauh meninggalkan ibu sendiri tatkala malam menjelang, kini engkau telah
mewujudkan cita-citamu bersekolah di luar negri, kini aku tak tau bagaimana
keadaanmu sekarang anakku, kini ibu tak bisa memanjakanmu lagi anakku, kini ibu
tak bisa masak kesukaanu lagi anakku.
Dua tahun sudah engkau tinggalkan ibu, setiap malamnya
ibu selalu bermimpi bertemu denganmu, setiap malamnya ibu selalu berdo'a
untukmu anakku, setiap malamnya ibu selalu mengharapkan kehadiranmu, terkadang
ibu terbangun di tengah malam yang sunyi, ketika ibu menoleh ke kiri dan kanan
engkau tak jua menemaniku anakku.
Ibu selalu berdo'a supaya engkau bisa menyelesaikan kuliahmu
dengan secepatnya dan engkau bisa pulang kembali di pangkuanku, menemani
malam-malamku, menghibur kesedihanku, menghilangkan rasa penatku, menumbuhkan
semangat hidupku, menyejuki tubuhku dari sengatan matahari.
Anakku ibu sangat merindukanmu, ibu harap engkau
disana rajin-rajin belajar, kamu harus mampu mengalahkan teman-temanmu dalam
maraih prestasi, karena engkaulah harapan itu, ibu telah bosan dengan tipu daya
penguasa Negara ini, ibu ingin tatkala engkau pulang nanti kau mampu
menggantikan mereka yang duduk di kursi kemewahan, memerintah orang dengan
tidak punya perasaan.
Kamu pasti ingat perkataan ayahmu, yang kini telah
tiada lagi disisi kita anakku, dia selalu berpesan kepada kita supaya tidak
terbuai dengan dunia yang sifatnya hanya sementara, ia selalu perpesan kepada
ibu untuk menjaga dan menyanyangimu.
Anakku betapa besar pengharapan ayahmu kepadamu,
kalaulah ia sekarang ada disisi kita, betapa bahagianya ia melihat anaknya
mampu bersekolah di luar negri yang jauh di pandangan mata, sungguh ia akan
merelakan semua tenaganya untukmu anakku.
Kamu jangan sesekali mengecewakannya.
Anakku, kini ibu telah menggarap sebuah sawah yang tak
jauh dari rumah kita tinggal dulu, ibu melakukan itu demi sekolahmu di negri
yang jauh di seberang sana, ibu akan mempekerjakannya dengan sebaik-baiknya.
Anakku, dulu ketika engkau masih kecil, masih
mungil,engkau sering ketawa, dan menangis engkau selalu bermain dengan
ayahandamu, disaat itu ibu berusaha memberikan susu yang terbaik untukmu, ibu
selalu memberikan makanan yang mampu memperlaju pertumbuhanmu, ketika di
pertengahan malam engkau selalu terbangun dan menangis, engkau minta disusui,
disaat itu pula ibu merasakan kegelisahanmu, lantas dengan sekejap engkau
kurangkul dan aku memberimu minum hingga engkau tidur kembali, hal itu engkau
ulangi berkali-kali, bahkan hampir setiap malam.
Anakku, harus engkau ketahui bahwa dunia ini adalah
titipan, berupa amanah yang diberikan oleh Allah kepada kita anakku, maka
perlakukanlah ia dengan sebaik-baiknya, jangan sampai engkau ternodai oleh
dunia yang fana ini, jangan sampai engkau terlena dengan kehidupan mewah yang
akan membawamu menuju jurang kehancuran.
Anakku, ibu sangat mencintaimu, ibu merindukan
pelukanmu, ibu menginginkan tawa dan tangismu, ibu mendambakan cita-citamu.
Jadilah engkau menjadi orang yang hidup di dunia ini
dengan hidup yang mulia dan matimu meraih maghfirah,rahmat, kasih sayang dari
allah sang pencipta langit dan bumi beserta isinya.
Kamu harus ingat juga dengan pepetah " jadilah
engkau matahari,dan awan yang mampu menerangi alam dan memberi hujan, dan
janganlah mendaji asap yang hanya mampu membuat orang lain tersesak dengan
kedatanganmu disisi mereka"
Kamu harus ingat juga kata-kata dari ayahmu "
terkadang kita merasakan apa yang kita inginkan sudah tercapai dan telah
sempurna, namun harus kita ketahui pula behwasanya itu belum apa-apa, bukan
usaha kita menjadi orang sukses adalah tolak ukurannya akan tetapi sudah
mampukah kita menjadikan orang lain sukses..? kalau sudah, berapa banyakkah
sudah orang kita sukseskan, ketika sudah banyak, coba kita bandingkan dengan
kualitas orang yang tak mampu meyukseskan dirinya" kata-kata ayahmu inilah
yang selalu abi tanamkan dalam hati.
Ibu ingin menyukseskan dirimu, dan hingga akhirnya
nanti engkau mampu menyukseskan banyak orang lain.
Mungkin hanya ini yang mampu ibu sampaikan kepadamu
anakku, sekali lagi rajin-rajinlah engkau belajar, supaya engkau bisa menjadi
problem sulver ummat ini.
Dan akhirnya
”Wassalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh."
Banda Aceh, 25-06-1992

Tidak ada komentar:
Posting Komentar