Rabu, 21 November 2012

Surat Cinta Untuk Buah Hati



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Anakku yang ku sayangi engkau adalah harapan hati, engkaulah yang akan membawa risalah ini, engkaulah yang paling mengerti, engkaulah yang akan mewarisi isi hati yang telah kutanam hingga kini, supaya engkau mampu memetiknya tatkala ibu sudah tiada lagi.
Anakku yang kusayangi, ibu masih teringat-ingat dengan perkataanmu ketika engkau berusia 5 tahun " mama aku mencintaimu ma, aku akan berusaha menjadi yang terbaik disisimu ma,aku akan berusaha mewujudkan semua pintamu ma" ibu menjawab anakku " Mama juga mencintaimu anakku, mama juga akan selalau berdo'a kepada Allah supaya engkau bisa menjadi orang yang sukses di kala tua, mama akan selalau menyanyangimu anakku" ibu diwaktu itu menangis mengingat-ingat kata-kata darimu anakku, ibu di malam itu tidak bisa tidur untukmu anakku, kini engkau telah tumbuh besar.
 Ibu juga teringat dengan perkataanmu dulu " ma aku ingin sekolah ke luar negri,ke Amerika, Inggris, Mesir ma" ibupun menjawab anakku " kalau kamu mau sekolah ke luar negri kamu harus menjadi anak yang pandai, penter, cerdas, kamu harus belajar dengan sungguh-sungguh supaya kamu bisa mendapatkan beasiswa ke luar negri ya anakku" lantas dengan sepontan engkau menjawab " mama aku akan belajar sungguh-sungguh ma, aku pasti akan sekolah di luar negri ma".
Kini engkau sudah tiada disisiku lagi engkau telah pergi jauh meninggalkan ibu sendiri tatkala malam menjelang, kini engkau telah mewujudkan cita-citamu bersekolah di luar negri, kini aku tak tau bagaimana keadaanmu sekarang anakku, kini ibu tak bisa memanjakanmu lagi anakku, kini ibu tak bisa masak kesukaanu lagi anakku.
Dua tahun sudah engkau tinggalkan ibu, setiap malamnya ibu selalu bermimpi bertemu denganmu, setiap malamnya ibu selalu berdo'a untukmu anakku, setiap malamnya ibu selalu mengharapkan kehadiranmu, terkadang ibu terbangun di tengah malam yang sunyi, ketika ibu menoleh ke kiri dan kanan engkau tak jua menemaniku anakku.
Ibu selalu berdo'a supaya engkau bisa menyelesaikan kuliahmu dengan secepatnya dan engkau bisa pulang kembali di pangkuanku, menemani malam-malamku, menghibur kesedihanku, menghilangkan rasa penatku, menumbuhkan semangat hidupku, menyejuki tubuhku dari sengatan matahari.
Anakku ibu sangat merindukanmu, ibu harap engkau disana rajin-rajin belajar, kamu harus mampu mengalahkan teman-temanmu dalam maraih prestasi, karena engkaulah harapan itu, ibu telah bosan dengan tipu daya penguasa Negara ini, ibu ingin tatkala engkau pulang nanti kau mampu menggantikan mereka yang duduk di kursi kemewahan, memerintah orang dengan tidak punya perasaan.
Kamu pasti ingat perkataan ayahmu, yang kini telah tiada lagi disisi kita anakku, dia selalu berpesan kepada kita supaya tidak terbuai dengan dunia yang sifatnya hanya sementara, ia selalu perpesan kepada ibu untuk menjaga dan menyanyangimu.
Anakku betapa besar pengharapan ayahmu kepadamu, kalaulah ia sekarang ada disisi kita, betapa bahagianya ia melihat anaknya mampu bersekolah di luar negri yang jauh di pandangan mata, sungguh ia akan merelakan semua tenaganya untukmu anakku.
Kamu jangan sesekali mengecewakannya.
Anakku, kini ibu telah menggarap sebuah sawah yang tak jauh dari rumah kita tinggal dulu, ibu melakukan itu demi sekolahmu di negri yang jauh di seberang sana, ibu akan mempekerjakannya dengan sebaik-baiknya.
Anakku, dulu ketika engkau masih kecil, masih mungil,engkau sering ketawa, dan menangis engkau selalu bermain dengan ayahandamu, disaat itu ibu berusaha memberikan susu yang terbaik untukmu, ibu selalu memberikan makanan yang mampu memperlaju pertumbuhanmu, ketika di pertengahan malam engkau selalu terbangun dan menangis, engkau minta disusui, disaat itu pula ibu merasakan kegelisahanmu, lantas dengan sekejap engkau kurangkul dan aku memberimu minum hingga engkau tidur kembali, hal itu engkau ulangi berkali-kali, bahkan hampir setiap malam.
Anakku, harus engkau ketahui bahwa dunia ini adalah titipan, berupa amanah yang diberikan oleh Allah kepada kita anakku, maka perlakukanlah ia dengan sebaik-baiknya, jangan sampai engkau ternodai oleh dunia yang fana ini, jangan sampai engkau terlena dengan kehidupan mewah yang akan membawamu menuju jurang kehancuran.
Anakku, ibu sangat mencintaimu, ibu merindukan pelukanmu, ibu menginginkan tawa dan tangismu, ibu mendambakan cita-citamu.
Jadilah engkau menjadi orang yang hidup di dunia ini dengan hidup yang mulia dan matimu meraih maghfirah,rahmat, kasih sayang dari allah sang pencipta langit dan bumi beserta isinya.
Kamu harus ingat juga dengan pepetah " jadilah engkau matahari,dan awan yang mampu menerangi alam dan memberi hujan, dan janganlah mendaji asap yang hanya mampu membuat orang lain tersesak dengan kedatanganmu disisi mereka"
Kamu harus ingat juga kata-kata dari ayahmu " terkadang kita merasakan apa yang kita inginkan sudah tercapai dan telah sempurna, namun harus kita ketahui pula behwasanya itu belum apa-apa, bukan usaha kita menjadi orang sukses adalah tolak ukurannya akan tetapi sudah mampukah kita menjadikan orang lain sukses..? kalau sudah, berapa banyakkah sudah orang kita sukseskan, ketika sudah banyak, coba kita bandingkan dengan kualitas orang yang tak mampu meyukseskan dirinya" kata-kata ayahmu inilah yang selalu abi tanamkan dalam hati.
Ibu ingin menyukseskan dirimu, dan hingga akhirnya nanti engkau mampu menyukseskan banyak orang lain.
Mungkin hanya ini yang mampu ibu sampaikan kepadamu anakku, sekali lagi rajin-rajinlah engkau belajar, supaya engkau bisa menjadi problem sulver ummat ini.
Dan akhirnya
”Wassalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh."

Banda Aceh, 25-06-1992

Tidak ada komentar: